Baby Image

di dalam aplikasi Baby Billy! Lihat lebih banyak artikel

Komunitas BFF

Berkah Kesabaran dalam Penantian Panjang

Haii bunda, perkenalkan saya seorang wanita berusia 33 th dengan usia pernikahan menginjak usia 5,5 tahun. Semua dimulai dari hari bahagia kami, yah hari pernikahan kami 5,5 tahun yang lalu. Tak pernah terbersit di pikiran kami bahwa kami akan menjadi pejuang garis dua. Enam bulan pernikahan kami masih santai, satu tahun pernikahan sudah agak kepikiran juga mengapa belum kunjung hamil juga. Sesuai literatur pasangan yang telah menikah satu tahun memiliki peluang hamil 80-90 % lebih besar. Hal itu tidak berlaku dengan kami. Kami pun promil secara alami dengan makanan, minuman, vitamin dan pernah juga mencoba pijat urut tradisional. Hari demi hari berlalu tapi tak kunjung menunjukkan hasil juga. Akhirnya di tahun ketiga, kami memantapkan niat untuk promil ke dokter spesialis senior yang cukup ternama di kota kami. Pemeriksaan demi pemeriksaan kami lakukan, obat-obatan maupun vitamin bahkan saya dianjurkan untuk diet karena dari hasil pemeriksaan sel telur saya kecil-kecil atau biasa disebut dengan PCOS. Berat badan saya yang semula 64 kg, Alhamdulillah dalam sebulan bisa menjadi 58 kg, rutin olahraga dan tak lupa minum obat-obatan serta vitamin yang diberikan dokter. Theraphy obat, vitamin dan suntikan pembesar sel telur nggak juga menunjukkan hasil pada kami. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan inseminasi. Tepat hari inseminasi dilakukan, saya dan suami cukup deg-degan karena baru pertama kali kami menjalaninya. Masa menunggu dua minggu pun tiba dan hasilnya yah kami gagal. Sedih rasanya tapi kami tidak patah semangat. Dokter memberikan opsi untuk dilakukan tindakan laparoskopi. Lebih kurang sebulan setelah inseminasi pertama, tindakan laparoskopi dilakukan, saya dibius total dan dirawat inap. Tiga hari berlalu disarankan pulang dengan hasil laparoskopi Alhamdulillah tidak menunjukkan adanya kelainan berarti. Dokter menyarankan sembari menunggu waktu lebih kurang 3 bulan akan terjadi kehamilan. Tiga bulan berlalu hasil yang diharapkan tidak kunjung tiba. Kami pun memutuskan untuk berganti dokter guna mendapatkan opsi pilihan promil yang lain. Saya dan suami berdiskusi untuk memulai lagi darimana promil kami. Kami pun sepakat untuk mencari referensi dokter spesialis andrologi untuk mengecek kesehatan sperma suami. Di kota kami kebetulan hanya ada satu dokter spesialis andrologi pada saat itu, tapi dokternya udah pensiun nggak praktek lagi. Bingung mau mulai promil darimana lagi sembari mencari informasi-informasi promil apa yang cocok buat kami. Jodohnya akhirnya kami menemukan dokter spesialis andrologi yang baru memulai praktek di kota kami dan hanya beliau yang ada menggantikan dokter yang pensiun tadi. Tanpa pikir panjang kami mendatangi beliau. Walaupun maju mundur untuk diperiksa karena yah merasa takut juga. Setelah bujuk rayu yang cukup panjang, suami mau konsultasi dengan dokter spesialis andrologi tersebut. Suami diperiksa dan kami menunjukkan hasil-hasil promil kami sebelumnya. Dokter menyarankan suami untuk cek analisa sperma dahulu. Singkat cerita, hasil analisa sperma suami tidak cukup baik, dengan hasil teratoastenozoospermia. Theraphy obat diberikan kepada suami selama tiga bulan untuk difollow up. Tiga bulan berlalu, suami kembali dicek analisa sperma dengan hasil astenozoospermia, yah walaupun nggak menunjukkan hasil yang baik, setidaknya mengalami perubahan. Konsumsi obat lanjutan dilakukan, usaha berhubungan setiap dua hari sekali masih rutin kami lakukan atas saran dokter. Sampailah pada jadwal untuk dianalisa kembali, Alhamdulillah hasilnya normozoospermia yaitu normal dengan tidak ada kelainan sama sekali. Cukup senang akhirnya usaha suami selama beberapa bulan ini membuahkan hasil. Selain theraphy obat dari dokter ditambah lagi dengan mengkonsumsi makanan sehat dan pola hidup sehat. Tak menunggu waktu yang lama dengan memantapkan niat, kami kembali mendatangi praktek dokter spesialis kebidanan fertilitas yang terbilang cukup muda tapi memiliki kemampuan dan pengalaman yang ngajak kalah hebatnya. Pertemuan demi pertemuan kami lewati. Dokter memutuskan untuk kami melakukan inseminasi kedua dengan persiapan yang lebih matang. Tiba waktunya kami inseminasi, alhamdulillah semua berjalan lancar. Waktu menunggu dua minggu tiba, dan hasilnya tetap sama gagal kembali. Kedua kalinya kami kembali mengalami kegagalan inseminasi membuat kami cukup sedih, antara mau tetap berjuang atau mundur perlahan. Dokter menguatkan kami dan memberikan nasehat serta masukan yang terbaik buat kami, kalau program inseminasi itu persentase keberhasilannya lebih kecil dibanding IVF. Itupun kalau kami mau maju ke langkah berikutnya. Kami pun bimbang, dan berpikir dengan matang langkah apa yang harus kami ambil selanjutnya. Apakah kami bisa untuk melangkah ke tahap selanjutnya yang kita tahu bahwa IVF itu nggak mudah, butuh waktu tenaga pikiran dan finansial yang matang . Dengan berbekal niat dan semangat yang membara, bismillah kami maju ke tahapan selanjutnya yaitu IVF. Proses awal dilakukan, stimulasi sel telur, persiapan obat-obatan, suntikan dan analisa sperma. Hari OPU tiba, saya dibius total dan menunggu di ruang pemulihan sampai sadar. Dari hasil OPU dapatkan 16 sel telur. Menunggu waktu tiga hari setelah fertilisasi, kami mendapatkan 6 embrio, Alhamdulillah semua kualitas embrio good. Dokter, embriolog dan kami sepakat, serta melihat perkembangan embrionya, embrio kami simpan beku. Sebulan setelahnya kami kembali konsultasi untuk mempersiapkan Frozen Embrio Transfer (FET). Datang di hari kedua haid, USG dan obat-obatan kembali dilakukan dengan persiapan yang katakanlah cukup matang. Tak terasa hari yang ditentukan untuk tindakan FET dilakukan. Semua persiapan cukup matang, dengan tidak bermake up, tidak memakai perhiasan, tidak memakai parfum dan persiapan lainnya, yang paling menyiksa itu diharuskan untuk minum air putih sebanyak lebih kurang 500-600 ml dan harus menahan buang air kecil sampai proses FET dilakukan. Sungguh menyiksa menahan buang air kecil disaat urine mau keluar ditambah lagi dengan suhu udara yang dingin sekali di dalam ruang tindakan FET. Saat itu saya tidak dibius dan saya dalam keadaan sadar penuh, ditemani dokter perawat dan embriolog, dokter memasukkan 2 embrio kami ke dalam rahim saya dan dapat saya lihat di monitor samping saya. Alhamdulillah prosesnya berlangsung cepat, setengah jam nggak sampe. Hal pertama yang saya lakukan setelah tindakan FET adalah langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil dengan sangat hati-hati sekali. Sesampainya pulang ke rumah saya memutuskan untuk bed rest. Hari demi hari saya habiskan dengan makan, tidur, istirahat, minum obat, nonton drakor dan mencari kesenangan lainnya supaya tidak stress dalam masa penantian 2WW ini, sama sekali nggak melakukan aktivitas yang berat. 2 minggu telah terlewati, hari bagi rapot istilah untuk penentuan apakah IVF kita berhasil atau tidak cukup membuat hati tidak menentu. Saya sengaja tidak mau test pack sendiri di rumah, karena takut dan tidak siap dengan hasilnya mengingat kegagalan-kegagalan kami yang telah lalu. Sesampainya di laboratorium, saya dicek darah untuk melihat kandungan beta hcg yang menunjukkan keberhasilan dari tindakan IVF kita. Beberapa jam kemudian hasilnya keluar dan kami mendapatkan hasil di angka 32. Kami cukup senang, searching di google kalau di angka 32 itu dinyatakan hamil dan kami berharap kalau keinginan kami itu terwujud. Akan tetapi, kami masih bimbang dengan hasil tersebut karena kami sempat bertanya dengan teman bidan kalau dengan hasil segitu dinyatakan hamil secara labor tapi embrionya nggak menempel, lebih jelasnya teman saya menyarankan untuk mendengar penjelasan langsung dari dokter. Kamjmemutuskan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter hari itu juga. Sesampainya di praktek dokter, kami masuk ke ruang konsultasi dengan hati yang gemuruh, dan bagai disambar petir, penjelasan dokter memperjelas penjelasan teman saya tadi bahwa kami gagal lagi. Tapi, dokter tetap memberikan semangat bahwa masih ada simpanan 4 embrio lagi, dan menurut penelitian percobaan kedua ketiga dan seterusnya itu akan memberikan tingkat keberhasilan cukup tinggi. Sedih, sesak, marah, rasa menyalahkan beradu menjadi satu. Sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena jujur kami menaruh harapan besar pada IVF ini .Yah tiga kali mengalami kegagalan berulang membuat kami cukup sulit untuk memulai lagi. Butuh waktu yang cukup lama bagi kami untuk saling menguatkan satu sama lain. Support dan dukungan keluarga serta orang-orang terdekat dan tak lupa kepada Sang Khalik Sang Maha Pencipta yang membuat kami kuat menjalani hari-hari melewati kegagalan itu. Setahun terlewati, tak terasa sembari menata hati, mempersiapkan mental, menabung untuk melanjutkan perjuangan promil selanjutnya. Kesibukan demi kesibukan kami lewati, dari hobi suami memelihara kucing, memelihara ayam, modifikasi motor dan mobil demi mengalihkan rasa kesedihan. Saya pun melakukan rutinitas dan pekerjaan seperti biasa. Tahun kedua terlewati, kami masih belum berani melanjutkan perjuangan promil ini. Selain dikarenakan masih sedikit membekas bekas kegagalan di depan mata, saya dihadapkan dengan tes di pekerjaan saya, Alhamdulillah saya berhasil lulus dan tidak disangka kami mendapatkan rumah atas nama kami pribadi yang belum kami punya selama ini. Alhamdulillah kami anggap rejeki dan hadiah dari Allah ini yang ada di depan mata kami syukuri, walaupun jauh di hati kecil kami masih sangat mengharapkan kehadiran buah hati. Santai dan rileks dalam menjalani hari-hari dan tak lupa tetap menerapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, duet seimbang, olahraga, minum vitamin-vitamin tidak pernah putus kami lakukan. Sampai pada tanggal 20 Juni 2023 tepat di hari ulang tahun saya, saya merasa tidak enak badan dan gejala PMS lainnya, seperti mau menstruasi. Ternyata ada flek kecoklatan, yang saya anggap bahwa menstruasi saya kembali datang di bulan ini, itu artinya maju 4 hari dari biasanya. Malamnya fleknya hilang dan keesokan harinya pun begitu hilang timbul. Saya masih berpikiran kalau saya mau menstruasi mungkin belum lancar saja pikir saya. Akan tetapi, setelah lewat 3 hari saya tidak mengalami menstruasi dan volume darah tidak bertambah, masih hilang timbul flek coklat yang kalau saya aktivitas berat muncul, tidak aktivitas berat hilang. Akhirnya, tepat di tanggal 24 Juni 2023 subuh saya memberanikan diri untuk test pack. Apapun hasilnya saya sudah pasrah, karena sudah cukup lama dan sering melihat hasil test pack garis satu. Detik demi detik menunggu hasil test pack terasa lama, dan Masya Allah Tabarakallah hasilnya garis dua jelas dan terang. Disitu saya terharu, bersyukur dan langsung memfoto hasil test pack itu untuk mengabari suami saya. Hampir mau pingsan rasanya dan tidak bisa berkata-kata terharu bercampur bahagia. Kebetulan juga lagi bertugas jaga malam pada hari itu dengan kondisi belum tidur sama sekali, badan terasa sempoyongan lelah. Melihat hasil test pack garis dua jelas itu, semua rasa kelelahan sirna. Alhamdulillahirobbil'alamin terima kasih Ya Allah buah kesabaran kami selama ini, usaha doa ikhtiar pasrah, kami mendapatkan apa yang selama ini kami inginkan secara alami tanpa program apapun. Kami percaya doa orang tua, terutama doa Ibu yang selalu mendoakan kami dikabulkan oleh Allah, doa keluarga dan semua orang-orang yang kami cintai. Hari demi hari bulan demi bulan masa kehamilan kami lewati dengan penuh kebahagiaan. Tepat pada 12 Februari 2024 lahirlah seorang anak laki-laki yg dinanti-nanti. Alhamdulillah dengan keadaan sehat. Saya juga mendoakan bunda untuk tetap semangat jangan putus asa, lewati dan nikmatilah masa-masa indah masa kehamilan hingga waktunya tiba.

Komentar

0

Belum ada komentar. Anda dapat memulai percakapan!

🔥Postingan Terpopuler Saat Ini

Baby Image

Unduh aplikasi Baby Billy dan lihat lebih banyak postingan

Village Baby Co., Ltd.

4F, 83 Uisadang-daero, Yeongdeungpo-gu, Seoul, Korea Selatan

Penawaran Kemitraan babybilly.global@villagebaby.kr

|

|

Language

Copyright Baby Billy. All rights reserved.