Si Kecil Mengisap Jempolnya Terus!
é²èЧ
2,366
Beberapa bayi mengisap jempolnya ketika mereka merasa lapar. Mereka juga merasa nyaman ketika mengisap jempolðð» mereka. Namun, jika kebiasaan mengisap jempol ini terbawa terus-menerus, maka dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, lho! Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Dampak negatif mengisap jempol
ðŠ Penyebaran bakteri
Memegang mainanð§ž atau barang lain lalu memasukkan jarinya ke dalam mulut ketika si kecil berada di luar rumah misalnya di TK, tentunya dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri yang membuat si kecil rentan sakit.
ð©¹Mengalami infeksi
Bakteri yang terdapat di dalam mulut dapat masuk ke dalam kulit dan membuat infeksi. Jempol anak dapat membengkak, memerah, dan sakit saat disentuh sehingga memerlukan penanganan dokterð©âïž untuk mengeluarkan nanah dengan jarum bersih.
ðŠ·Gigi anak menjadi tonggos
Gigi tonggos merupakan salah satu akibat dari kebiasaan anak yang sering mengisap jempol. Mengisap jempol terus-menerus dapat membuat gigi depan bagian atas anak menjadi tidak rata dan tonggosð€.
Cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak
ðMengalihkan perhatian anak
Anda dapat mencoba mengalihkan perhatian anak dari mengisap jempol dengan memberikan permainan yang memerlukan kerja jari-jarinya. Contohnya, dengan mengajari bahasa isyarat untuk bayið¶ð». Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kosa kata anak dan cara tambahan dalam mengekspresikan diri.
âšMenunjukkan akibat
Untuk anak yang sudah berumur lebih tuaðšð©ð§, Anda dapat memperlihatkan gambar gigi tonggos untuk membantu menjelaskan akibat yang dapat terjadi jika ia terus-menerus mengisap jempolnya.
ð¥£Perhatikan saat anak terlihat lapar
Apabila anak sering terlihat mengisap jempol beberapa jam sesudah jam makan terakhir bisa jadi ia merasa lapar. Anda dapat memberikannya makanð² untuk membantu meredakan kebiasaan mengisap jempolnya.

Baby Billyã¢ããªãããŠã³ããŒãã ããã«å€ãã®ã³ã³ãã³ããã芧ãã ãã

