Bayi Tabung vs Inseminasi Buatan
é²èЧ
1,679
Banyak pasangan yang menantikan kehamilan setelah menikah. Namun, gangguan pada sistem reproduksi seperti infertilitas dapat menjadi kendala untuk mencapai keinginan tersebut. Bagi pasangan yang sulit hamil, inseminasi buatan dan bayi tabungð¶ seringkali menjadi opsi yang dipertimbangkan. Bagaimana cara memilih metode yang tepat?
Persiapan yang perlu diketahui sebelum melakukan inseminasi buatan

ðApa itu inseminasi buatan?
Inseminasi buatan atau IUI adalah metode yang dilakukan dengan prosedur seleksi sperma berkualitas tinggi yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rahim untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahanâš.
ðTingkat efektivitas inseminasi buatan
Melakukan metode inseminasi buatan setiap bulan dapat meningkatkan peluang kehamilan hingga 20% untuk setiap siklusnya.
ðCara kerja inseminasi buatan
Yang pertama dilakukan dalam metode ini adalah menyeleksi sel sperma terbaik yang nantinya akan dicuci dan dipadatkan sebelum dimasukkan ke dalam rahim menggunakan kateter. Metode ini dilakukan saat ovulasi terjadi agar peluang keberhasilan meningkat. Ada pun cara untuk merangsang pelepasan sel telur yaitu dengan menyuntikkanð hormon.
ðKondisi medis yang mendorong pasangan melakukan inseminasi buatan
Pasangan dapat mempertimbangkan melakukan metode inseminasi buatan apabila mengalami kondisi medis seperti motilitas dan jumlah sperma yang menurun, endometriosis, kualitas lendir leher rahim yang menurun, memiliki alergi terhadap air mani, dan infertilitas yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya.
Persiapan yang perlu diketahui sebelum melakukan bayi tabung

ðApa itu bayi tabung?
Bayi tabung atau IVF adalah metode yang melibatkan penggabungan sel telur dan sperma di luar rahim yang kemudian setelah menjadi embrio akan dimasukkan ke dalam rahim agar terjadi kehamilanð€°.
âïžTingkat efektivitas bayi tabung
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan metode bayi tabung seperti kualitas sel telur dan sperma, kemampuan rahim wanita, dan usia pasangan. Secara keseluruhan, estimasi keberhasilan dari dilakukannya metode ini mencapai 30-40%, tetapi peluang keberhasilannya menurunð pada pasangan yang berusia lebih dari 35 tahun.
âšCara kerja bayi tabung
Yang pertama dilakukan dalam metode ini adalah menyeleksi sel sperma terbaik yang nantinya akan dibuahi dengan sel telur di dalam sebuah cawan. Setelah pembuahan terjadi, perkembangan sel janin akan dipantauð hingga menjadi embrio sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam rahim.
ð¡Kondisi medis yang mendorong pasangan melakukan bayi tabung
Pasangan dapat mempertimbangkan melakukan metode bayi tabung apabila mengalami kondisi medis seperti wanita mengalami sumbatan saluran telur atau tidak memiliki saluran telur (tuba falopi), usia pasangan yang sudah cukup tua, pria mengalami infertilitas berat, dan kasus infertilitas yang gagal melalui metode pengobatan lainnya.
Memilih metode yang tepat

âïžMetode manakah yang lebih efektif?
Apabila melihat tingkat efektivitas, metode bayi tabung memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi daripada inseminasi buatan. Meski begitu, program bayi tabung memiliki risiko seperti sindrom hiperstimulasi ovarium pada ibu, yaitu terjadinya pembengkakan ovarium atau rasa nyeriâ¡ akibat dari penggunaan obat saat menginduksi ovulasi.
âïžBagaimana jika dilihat dari segi harga?
Apabila dilihat dari segi biaya, metode inseminasi buatan lebih ekonomisðµ dibandingkan dengan bayi tabung. Karena alasan ini, banyak pasangan yang memilih melakukan metode inseminasi buatan terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan opsi bayi tabung.
â²ïžBerapa lama waktu yang diperlukan?
Proses inseminasi buatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit, sedangkan proses bayi tabung membutuhkan waktu hingga 2 mingguðïž untuk menunggu terjadinya pembuahan hingga perkembangan sel janin menjadi embrio.

Baby Billyã¢ããªãããŠã³ããŒãã ããã«å€ãã®ã³ã³ãã³ããã芧ãã ãã

