Pemeriksaan Penting Trimester 3
é²èЧ
3,255
Semakin dekat pada persalinan, ibu disarankan untuk tetap memperhatikan kondisi janin dan kondisi tubuhnya sendiri. Terdapat beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memastikan janin dan ibu dalam keadaan sehat. Apa saja pemeriksaan𩺠yang penting saat trimester ketiga?
Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi janin
ð¶ð»Letak posisi janin
Saat trimester ketiga kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan posisi janin dalam rahim dengan metode pemeriksaan Manuver Leopold yang melibatkan 4 tahap pemeriksaan untuk mengetahui posisi kepala, tulang belakang, dan bokong janin. Melalui pemeriksaan dengan USG, posisi bayi juga dapat diketahui secara lebih jelasð.
âïžPemeriksaan berat badan janin
Pemeriksaan berat badan janin harus dilakukan pada saat trimester ketiga untuk menentukan metode persalinan apa yang tepat. Apabila berat badan bayi masih kurang, ibu disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan bergizið¥ dan melakukan pengecekan kembali.
ð«Detak jantung janin
Melakukan pengecekanð¥ detak jantung merupakan tindakan yang penting untuk mengetahui apakah janin memiliki kondisi normal atau memiliiki gangguan tertentu.
ðšââïžTes gerakan janin
Dokter akan melakukan pengecekan menggunakan USG dan kardiotokografi untuk memantau aktivitas janin sebelum kelahiran. Ibu juga dianjurkan untuk secara mandiri mengamati pergerakan janin di rumahð .
Pemeriksaan untuk mengetahaui kondisi ibu
ðPemeriksaan darah
Ibu sebaiknya menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksið berbagai jenis penyakit, termasuk diabetes, kolesterol tinggi, asam urat, rubela, hepatitis, dan anemia. Hal ini dapat membantu memonitor kondisi kesehatan ibu
ð¥Pengecekan lebar panggul
Pemeriksaan lebar panggul juga disarankan untuk mengetahui kemungkinan melahirkan secara normal atau caesar. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan saat kehamilan ibuð€° berusia sekitar 36 minggu.
ðPengecekan serviks
Pada tahap trimester ketiga kehamilan, penting bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan serviks karena adanya perubahan yang terjadi akibat peningkatan hormon estrogenâš. Perubahan tersebut mencakup peningkatan produksi lendir pada serviks.
Pemeriksaan jika ibu hamil anak kembar atau mengalami gangguan
ð©ð»Tes Non-stress
Jika ibu mengandung anak kembar atau memiliki riwayat tekanan darah tinggi𩞠serta diabetes, ibu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes Non-stress.
ðââïžTest Stress Contraction
Pemeriksaan ini cocok untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggið. Proses pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah bayi dapat bertahan melalui tekanan pada saat persalinan atau tidak.

Baby Billyã¢ããªãããŠã³ããŒãã ããã«å€ãã®ã³ã³ãã³ããã芧ãã ãã

