Baby Image

베이비빌리 앱에서 더 많은 베동글을 볼 수 있어요!

자유 베동

/ 자유주제

Merasakan Kamu

Sejak sebelum menikah, aku, ibumu sudah tahu bahwa kondisi ibu tidak se-prima yang lain. Saat itu ibu sadar berat badan ibu membuat susah bergerak. Berjalan sebentar naik tangga saja sudah ngos-ngosan. Ibu pernah coba diet agar ibu tampil maksimal di hari pernikahan dengan bapakmu, sayang. Tapi ternyata tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya ibu coba mencintai diri sendiri, meski tahu tidak sehat. Setengah tahun pernikahan, setiap bertemu teman dan kerabat mereka menanyaimu. "Sudah isi belum?" Tanya mereka, terkadang sambil meraba perut ibu. Kami berdua, ibu dan bapak, akhirnya memutuskan pergi ke dokter, sayang. Tentu saja ibu dipenuhi rasa takut, tapi sadar betul, jika ingin menemui kamu, ibu harus singkirkan itu. Kata dokter hormon iby bermasalah. Setumpuk obat-obatan diberikan. Kata dokter dengan tegas ibu harus turunkan berat badan. Segera ibu buka handphone ibu, ibu cari pengetahuan yang bisa didapatkan dari sosial media. Cara diet yang benar untuk PCO, makanan apa yang harus dihindari, semuanya. Bapak sampai kasihan melihat ibu waktu itu, porsi nasi ibu jadi hanya sesendok centong nasi. Namun bapak juga akhirnya mencoba memahami dan mendukung. Karena kami mendambakan kamu, kami harus menunjukkan usaha kami pada Sang Pencipta. Dulu, ibu hanya makan sayur sedikit. Sekarang kuantitas sayur di piring ibu lebih banyak dari nasi. Bapak dengan telaten menghaluskan alpukat dan meracik jamu untuk kami. Ia jadi semakin tegas terhadap pantangan makanan dan minuman ibu. Sambil berusaha, berdoa juga kami lakukan, sayang. Hampir setahun berlalu, pertanyaan orang-orang masih sama. Bahkan ada yang bertanya kenapa lama sekali. Tapi diantaranya banyak yang terkejut melihat ibu. "Kenapa kamu semakin kurus?", "Apakah kamu sakit?", "Kamu kelihatan lebih baik jika sedikit lebih gemuk." Ujar mereka. Ibu senang mendengar bahwa mereka melihat perubahan berat badan ibu. 57 kg berganti 49 kg. Tamu bulanan ibu sudah mulai teratur dan tak seberantakan dahulu. Walau ibu sempat dilarikan ke UGD karena reaksi obat-obatan yang ibu teguk. Tak masalah, semua demi kamu, sayang Meski ibu belum merasakan kamu, ibu tidak masalah. Bagi kami, ibumu dan bapakmu, kamu adalah hal yang tidak dapat ditawar, kalau Tuhan bilang sudah pantas untuk kami, maka pasti kamu dikirim pada kami. Begitu pikir kami, Nak. Setahun pernikahan, bapak dikirim kerja ke luar kota, selama sebulan penuh. Pada hari ulangtahun pernikahan, ibu menyusul untuk sekedar berjumpa dengan bapak. Lalu pulang ke rumah kembali. Pada bulan Desember, ibu dan nenek sibuk mempersiapkan natal. Bapak belum pulang. Aneh sekali. Saat itu ibu merasa kacau karena tamu bulanan ibu seakan kembali berantakan. Asam lambung ibu naik terus menerus, padahal selama ini sudah mereda. Entahlah, Nak, saat itu ibu tidak berani berharap, tapi getaran hati ibu terus meminta untuk membeli tes kehamilan. Ah, pikir ibu kenapa tidak, kalau memang belum diberi seperti tes sebelum-sebelumnya, bukan berarti harus menyerah. Ibu beli alat itu. Pagi itu ibu pergi dengan gontai ke kamar mandi. Ibu tunggu alat itu beraksi. Satu garis, dua garis merah. Ibu bingung. Kenapa ada dua garis, ulang ibu dalam hati. Ibu buru-buru keluar, ibu tanya nenek. Nenek bilang iya. Lalu ibu telepon bapak, melalui panggilan video ibu tunjukkan alat itu. Kamu tahu reaksi bapak? Dia mematung. Tidak tahu mau berkata apa. Kami berdua bersyukur, kami berdua bersiap. Melihat kamu untuk pertama kalinya saat ke dokter, ibu tak henti mengucap syukur pada-Nya. Pada awal kami sebagai calon orang tua masih meraba-raba. Trimester pertama ibu dan bapak lalui dengan kebingungan mencari makan untuk ibu. Ibu tidak bisa mencium bau penggorengan, tidak suka melihat ikan. Bapak akan mengelus punggung ibu setiap kali ibu muntah. Perut ibu yang terasa kram membuat ibu susah terlelap. Tapi ibu bersyukur bisa merasakannya. Merasakan kamu. Trimester kedua, ibu sudah bisa makan yang banyak, hore! Tapi keinginan makan ibu jadi semakin bertambah. Makan sekarang, beberapa jam kemudian lapar kembali. Apakah kamu lapar, Nak? Ibu makan yang bisa masuk ke dalam tubuh ibu. Ibu suka minum es teh manis, akhirnya bapak larang karena tidak boleh terlalu sering. Sekarang pinggang ibu sering sakit, Nak, posisi tidur ibu juga mulai bingung. Tapi ibu bersyukur bisa merasakan itu, merasakan kehadiran kamu. Kami kedua orang tua mu masih berusaha memberikan yang terbaik selama kamu di dalam rahim ibu. Ibu ingin merasakan gerakanmu. Terima kasih sudah mengizinkan ibu merasakan kerinduan ibu selama ini. Harapan bapak dan ibu, berkembang lah dengan baik, lengkap, dan sehat. Semoga kita bertiga bertemu dengan keadaan selamat. Kami bersyukur atas #kisahtakterlupakan bersamamu.

댓글

2

  1. Ibuuuk, aku terharu bacanya ❤️

    1. subcomment icon

      Terima kasih, calon mama yang hebat jugaaa. Semoga kita semua sehat yaa ❤️

자유 베동 베동 전체글

함께 많이 본 베동글

Baby Image

베이비빌리 앱 다운로드받고 다른 엄빠들이 작성한 다양한 고민&꿀팁글을 구경해보세요

주식회사 빌리지베이비

대표이사 이정윤

통신판매업신고번호

|

사업자등록번호 581-88-01277

|

서울특별시 영등포구 의사당대로 83, 오투타워 4층

|

|

Language

Copyright Baby Billy. All rights reserved.

Merasakan Kamu