자유 베동
/ 자유주제
Jangan terlalu dimasukkan ke Hati
Saya seorang wanita berumur 26 tahun yang sudah menikah dengan pria 38 tahun. Jarak usia kami memang terbilang cukuplah jauh. Hal inilah yg pertama menghantui saya, apakah saya bisa hamil dengan cepat. Sehingga saya pada 1 bulan pertama menikah langsung menuju bidan dekat rumah untuk menjalani promil. Bulan-bulan pertama saya menikah, saya selalu sedia testpack di rumah, namun setiap saya cek selalu hasilnya nihil. Hal-hal yang membuat saya cemas pertama kali adalah bukan saya yang hamil, tapi kakak ipar saya yang hamil dimana beliau sudah mempunyai 1 anak, karena kakak ipar saya hamil duluan maka semua perhatian keluarga suami saya tertuju pada beliau sehingga saya yang harusnya ikut promil malah sibuk kesana kemari mengikuti keinginan kakak ipar saya yang minta dibeliin sesuatu karena ngidam, sekalipun ada saudara suami saya mendekati saya itu pun hanya berkata "Kok belum ngisi? Lha wong Mbak A aja udah ngisi?" yang semakin membuat hati saya semakin cemas. Apalagi pada 3 bulan pertama pernikahan, adik sepupu laki-laki saya juga melangsungkan pernikahan, dimana istrinya pada 1 bulan pernikahan sudah hamil. Saya pun mulai merasa semakin cemas, takut, dan sedih. Namun di tengah kesedihan saya, orang tua dan kakak kandung saya menyemangati saya dan berkata lebih baik setiap perkataan yang tidak mengenakkan jangan dimasukkan hati dan menganjurkan saya untuk mencoba melamar pekerjaan agar saya tidak terlalu memikirkan omongan dari orang lain. Bidan saya pun juga menasehati saya agar tidak terlalu stress dan memberikan saya kelonggaraan agar dapat menghubungi beliau sewaktu-waktu apabila ada hal yang perlu ditanyakan, selain itu juga memberikan saya berbagai macam obat dan suplemen kesehatan untuk memperlancar promil yang saya lakukan. Setelah saya mencoba melamar kesana kemari, akhirnya ada apotek yang menghubungi saya agar saya bekerja menjadi Apoteker Penanggung Jawab di Apoteknya. Sesaat setelah saya mendapat panggilan kerjaan, saya baru menyadari bahwa saya sudah telat datang bulan selama 2 minggu. Tapi saya tidak begitu berharap takut kecewa lagi. Namun keesokan harinya saya memberanikan diri untuk mengecek menggunakan testpack. Ternyata hasilnya positif, sehingga saya langsung berlari memeluk suami dan kedua orang tua saya sembari memberi tahu bahwa hasil testpacknya positif. Hari itu juga saya langsung menuju tempat praktik Bidan saya, dan tak terduga reaksi Bidan saya sedikit mengejutkan, karena beliau seketika langsung memeluk saya. Beliau mengucapkan selamat tiada hentinya, karena beliau tahu bahwa perjuangan saya untuk hamil juga tidaklah mudah. Jadi untuk para Moms, setiap omongan orang lain yang sekiranya dapat menyakiti hati Moms janganlah dimasukkan hati. Daripada mendengarkan omongan orang lain yang bikin sakit hati, lebih baik perbanyak waktu bersama orang terdekat seperti suami, orang tua, atau sahabat terdekat karena mereka lah yang akan bersedia meringankan beban kalian.
댓글
0
아직 남겨진 댓글이 없어요.
자유 베동 베동 전체글
함께 많이 본 베동글

베이비빌리 앱 다운로드받고 다른 엄빠들이 작성한 다양한 고민&꿀팁글을 구경해보세요



