Baby Image

베이비빌리 앱에서 더 많은 베동글을 볼 수 있어요!

자유 베동

/ 자유주제

Luar Biasanya Menjadi Ibu Hamil ❤️#kisahtakterlupakan

Luar Biasanya Menjadi Ibu Hamil ❤️#kisahtakterlupakan

Pengalaman melahirkan anak pertama saya benar-benar luar biasa. ^^;. Saya hamil setelah 4 bulan menikah. Awalnya saya pikir saya telat menstruasi, karena memang siklus menstruasi saya tidak teratur, dan kebetulan saya lagi kerja shift malam dan itu makin membuat saya berfikir kalo hormon saya tidak teratur. Setelah telat hampir 2 minggu akhirnya saya cona testpack, dan hasilnya 1 garis ternyata saudara-saudara. Gagal ternyata. Padahal saya bela-belain nahan buang air kecil dari saya pulang kerja biar yg ditampung untuk test banyak, tapi ternyata hasilnya tidak seperti yang saya harapkan :( Ya sudah saya move on. Dibulan berikutnya hal yang sama terjadi kembali, lagi-lagi saya telat menstruasi. Pada saat itu yang saya fikirkan adalah ‘oh bulan ini telat lagi’ saya mencoba untuk gamau ambil pusing. Seiring berjalannya waktu ternyata saya telat haid hampir 3 minggu. Dimana posisinya itu saya lagi kerja shift malam (lagi). Cuma padasaat itu ada yang berbeda, saat kerja saya menjadi pusing dan badan tidak enak sekali, beberapa kali mual seperti sedang masuk angin. Namun saya mencoba berfikir bahwa saya hanya sedang masuk angin. Saya tidak ingin kecewa seperti yg sebelumnya. Namun karena akhirnya penasaran juga saya memberanikan diri untuk mencoba ngecek lagi. Deg-degan, saya beli 5 test pack sekaligus, dari yang paling murah sampe ke yang paling mahal 😅 Akhirnya pada saat sampai rumah tanpa babibu saya langsung ke kamar mandi untuk mencoba testpacknya. Kali ini hasilnya 2 garis merah buibuuuuuuuuu😭. Legaaaaaaa… Keluar dari kamar mandi saya senyum-senyum sendiri heheheh "Cieee… calon Bapak. Cuit cuitttttt" ucap saya sambil colak colek suami yg kebetulan belum berangkat kerja. Reaksi sang suami awalnya bengong. Takjub tidak percaya. Terus senyumnya mengembang lebar sekali, lalu kemudian memeluk saya dengan sangat erat. Malam itu kami senang sekaligus was-was. Karena ini yang pertama bagi kita berdua. Saya berkali-kali mengunjungi SPOG yang berbeda-beda karena alasan-alasan di bawah ini: Cari yang cocok. Kami mencari dokter yang pro-normal. Cari yang pas di kantong, saya tidak mau berhutang kepada kantor hanya karena excess saat lahiran. Cari yang gampang diakses. Kunjungan pertama ke Klinik bersalin Bidan Iyos, karena kebetulan banyak yg menyarankan di klinik itu juga. Nextnya ke Dokter Kandungan dekat rumah mamah saya. Saya 2 kali ke sana karena sempat flek lagi. Ternyata setelah dicek, kondisi kandungan saya pada saat itu lemah. Suami sempat beberapa kali menyarankan untuk resign. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan oleh si bayi. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk ambil cuti 4 hari sampai kondisi tubuhku benar2 fit. Awal-awal hamil banyak yang bilang katanya saya cantik auranga pasti anaknya cewe nih, padahal pas lahir anak pertama saya jagoan, alhamdulillah sesuai keinginan suami anak pertama laki-laki biar bisa jadi pelindung buat adek-adeknya nanti, kalau saya saat tau hamil tidak memusingkan gender anak pertama harus apa, yang penting sehat wal afiat. Pokoknya masa hamil itu nano-nano rasanya, 4 bulan awal kehamilan menjadi titik dimana lagi mual mualnya, muntah, sakit kepala, ngga enak badan dll. sampai kalau mau makan aja harus makan bakso yang berkuah. Bulan ke 4, kebetulan kakak saya punya teman yang naru saja melahirkan dengan seorang Obgyn di RS. Cibitung Medika, Kita coba lah periksa di sana. Ternyata dokternya cocok! Orangnya asyik dan senang diajak ngobrol. Sangat informatif! Setiap kali ke sana pasti malah ngobrol ngalor ngidul 😂. Mulailah saya rutin periksa ke sana tiap 1 bulan sekali. Saya ingat, saat itu tanggal 17 Februari 2024 hari terakhir saya kerja, saat pulang kerja saya sudah merasakan mules dengan jangka waktu setengah jam sekali, saya mengabari suami bahwa mulesnya benar2 luar biasa rasanya. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk pergi ke klinik sekitar jam setengah 9 malam. "Hmm, ini estimasinya sih bulan depan Bun. Tapi sudah ada mules?" Tanya Bu Dokter. Saya mengangguk. "Hmmm… cek dalam dulu yuk! Kan belum pernah ya. Biar dicek sekalian." Kata beliau. Waduh, saya panik! Jujur saya malu kalau bagian situ dilihat orang lain, hahaha. Tidak berapa lama, Bu Dokter bilang, "Wah ini sih sudah pembukaan 3. Nih lihat!" Sembari mengacungkan 3 jarinya. Malamnya saya menginap di klinik bersama sang suami. Bisa dibilang, saya satu-satunya pasien yang menginap di sana. Bolak-balik Bidannya datang ke kamar, sambil mengecek pembukaan. Jam 4 pagi, pembukaan 4. Jam 9 pagi, pembukaan 5, masih stagnant. Mules? Banget rasanya luar biasa sekali 🥹 Jam 3 sore saya dipaksa ke ruang bersalin oleh sang Bidan, kemudian saya diberikan infusan. "Sus, apaan tuh? Induksi ya?? 😧" Tanya saya. "Bukan kok" kilah sang Bidan sambil senyum mencurigakan. Tidak berapa lama, perut saya mules parah. Rasanya melilit sekali. "Sayang, perutku sakit banget ini 😖." Keluh saya kepada sang suami. Sang suami hanya bisa memijat-mijat tengkuk saya. Wajahnya nampak sangat khawatir 😰. Pukul setengah 4 sore, bidannya masuk untuk mengecek kembali pembukaan. "Akhirnya!!! Sudah pembukaan lengkap Bu! Tahu gitu dari semalam sudah diberi induksi!" Kelakar sang bidan, entah kenapa tampak puas 😅. Saya cuma meringis saja mendengar perkataan sang bidan. 'Tuh kan benar tadi diinduksi…' omel saya dalam hati. Di kiri saya sang suami berdiri, di sebelah kanan ada Ibu saya. Dua-duanya memegang erat tangan saya. Di hadapan saya, Bu Dokter berdiri sambil bersiap-siap. Mules nikmatnya aduhai. Sakit sekali! Bu Dokter mulai menginstruksikan aba-aba kepada saya untuk mengatur pernafasan. Di saat yang sama, ibu saya berbisik di telinga berusaha menguatkan saya. "Ayo dorong, huff huff, kepalanya sudah terlihat!" Aba-aba dokter. "Yang kuat ya nak, pasti bisa," bisik Ibu saya. "Ayo tarik nafas, terus buang nafasnya sambil didorong!" "Baca doa nak, ayo baca doa dulu" "Dorong, ayo dorong!" "Doa nak…" 😵😵😵😵😵 Kedua pihak berbicara berbarengan, dan itu berulang kali sampai saya bingung mau dengar yang mana. Akhirnya saya pun protes ke Ibu saya. "Maaaa… dokternya ga kedengeraaaan… Nanti ajaaaa… 😵😵😵😵" Untungnya Ibu saya mengerti. Tapi cemberut sih 😅. Suasanapun kembali tenang dan saya bisa melanjutkan untuk mengeluarkan makhluk hidup manis dari perut saya. Akhirnya setelah beberapa kali heboh mengejan, anak kami lahir ke bumi dengan selamat pada pukul 15.45. Seorang anak laki-laki dengan bulu mata lentik dan hidung mancung wakakakak. Campuran sempurna emak bapaknya. Tiba saatnya moment of truth, sang bayi yang tidak seberapa mungil tersebut dibawa ke atas timbangan untuk dicek berat badannya. 3 kg, panjang 47cm. Wow. Anakku besar 😂. Tak berapa lama, sang buah hati diletakkan di atas dada saya untuk lanjut proses IMD. Saya terharu melihat bayi jiplakan saya ini sibuk mencari-cari sumber kehidupannya. "Awww.. Manisnya anak Ibu…😚" Tiba-tiba, "Awwwww 😖😖!" Rasa sakit menyerang di bagian yang tidak bisa saya deskripsikan. Di kala saya asyik terlena dengan buah hati tersayang, ternyata Bu Dokter sudah mulai menjahit sisa robekan bekas lahiran tersebut. Suakiiiiiiitttnya polllll!!!! Saya sudah lupa rasa sakit saat melahirkan, namun rasa sakit saat dijahit tanpa bius di bagian tersebut masih terkenang hingga sekarang. Kenangan yang secara harafiah menyakitkan 🤧. Selesai proses IMD, masih dalam keadaan terkujur lemah, saya bertanya pada Budok & Bidan. "Saya boleh mandi gak habis ini?" Mereka cuma geleng-geleng kepala, heran lihat kelakuan saya. Malam itu saya kembali ke ruangan saya, tepat di seberang ruangan bersalin sambil tertatih-tatih, sarungan, diikuti pandangan pasien lainnya di ruang tunggu. Tapi saya merasa bangga! …Dan juga kotor karena tidak mandi seharian. #kisahtakterlupakan

댓글

4

  1. Ceritanya mirip2 pas aku lahiran kemarin mam, hpl di tgl 18 februari tapi tgl 31 januari kemarin udh mules2 dan pas di cek udah bukaan 2🥹tapi bedanya aku masih trauma sama lahiran kemarin sampe bilang ke suami gamau nambah lg anak karena ada trauma, bukan trauma mulesnya tapi trauma sama jahitannya soalnya aku sampe 2x di jahit. Jahitan pertama pas abis lahiran, jahitan kedua pas udh seminggu lahiran karena jahitan yg pertama jebol💔

    1. subcomment icon

      Huhuhu iya bunnn mantap banget jahitannya 🥹🥹🥹🥹 kok bisa jebol bun jahitannya?

  2. yaampun lucu bgt lagi itu fotonya momm, cerita mom 🥺🥺 sama aku juga rasanya punya anak kayak keajaiban

    1. subcomment icon

      MasyaAllah terimakasih mom🥰 luar biasa banget yah mom rasanya huhuhu

자유 베동 베동 전체글

함께 많이 본 베동글

Baby Image

베이비빌리 앱 다운로드받고 다른 엄빠들이 작성한 다양한 고민&꿀팁글을 구경해보세요

주식회사 빌리지베이비

대표이사 이정윤

통신판매업신고번호

|

사업자등록번호 581-88-01277

|

서울특별시 영등포구 의사당대로 83, 오투타워 4층

|

|

Language

Copyright Baby Billy. All rights reserved.