Dampak Miom Terhadap Kehamilan!
āļĢāļąāļāļāļĄ
3,701
Bagi wanita kehamilan menjadi sebuah momen yang membahagiakanðĪĐ. Namun, kehamilan dapat terhalangi oleh beberapa masalah kesehatan salah satunya adanya miom pada rahim. Mari simak penjelasan berikut ini mengenai bahaya miom serta cara mencegahnya!
Fakta seputar miom
ððŧââïļApa itu miom?
Miom merupakan tumor jinak yang berada pada rahim wanitaðĐðŧ. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan kadar hormon estrogen selama periode menstruasi dan masa kehamilan.
ð§Apa saja gejalanya?
Tanda-tanda umum yang sering dirasakan meliputi sensasi sakitð selama masa kehamilan dan rasa tidak nyaman di daerah bawah punggung, frekuensi buang air kecil yang terganggu dan merasa belum selesai, serta kejadian pendarahan saat sedang hamil.
ðĪBisakah miom hilang?
Miom dapat bertahan jika tidak ada tindakan pengangkatan atau perawatan khusus yang dijalankan. Biasanya, ukuran miom cenderung stabil selama kehamilanðΰðŧ, walaupun ada beberapa kasus dimana miom bisa membesar selama trimester pertama lalu mengecil setelah proses persalinan.
ðFaktor yang dapat menyebabkan mengalami miom
Pada saat ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih, memiliki riwayat keluargaðĻâðĐâð§âðĶ dengan kondisi ini, atau menghadapi masalah obesitas, faktor-faktor ini bisa meningkatkan kemungkinan wanita untuk mengalami miom.
Bahaya miom ketika hamil
âĻPendarahan
Keberadaan miom di dalam rahim bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya pendarahan pasca persalinan, yang dikenal sebagai perdarahan postpartum, setelah proses kelahiran bayiðķðŧ.
ðŦKelahiran prematur
Rasa sakit yang parah seringkali menjadi gejala umum yang dirasakan oleh ibu hamil yang mengidap miom. Sensasi nyerið ini bisa menyebabkan kontraksi rahim yang berpotensi menyebabkan kelahiran prematur pada bayi.
ðDinding rahim robek
Miom juga dapat membuat dinding rahim robek. Meskipun hal ini jarang ditemukanð, namun dinding rahim dapat robek ketika melahirkan atau beberapa hari sesudah melahirkan.
âĻMengalami keguguran
Efek dari keberadaan miom selama kehamilan juga dapat meningkatkan potensi risiko keguguran bagi ibu, karena kemungkinan pendarahan yang lebih tinggið.
Cara mengatasi miom saat hamil
ðOperasi ketika kehamilan masih muda
Saat kehamilan masih dalam tahap awal dan miom di rahim menyebabkan gangguan, prosedur pengangkatan miom masih dapat dilakukan dengan amanâ .
ðŦOperasi miom dilakukan bersamaan dengan operasi caesar
Apabila miom menghambat proses kelahiran, disarankan untuk melakukan tindakan operasi. Oleh karena itu, proses pengangkatan miom akan dilakukan bersamaan dengan proses persalinan bayiðķðŧ.
Tips mencegah miom!
ðķââïļMenerapkan gaya hidup sehat
Membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat yaitu seperti berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, menghindari mengonsumsi alkoholðĨ serta tidak merokok.
ðĐðŧââïļBerkonsultasi ke dokter secara rutin
Disarankan untuk menjalani konsultasi rutin dengan dokter, terutama saat menghadapi kehamilan pertama di usia 35 tahun ke atas, sehingga jika terdapat miom yang terdeteksið, langkah pengobatan dapat diambil sebelum memulai kehamilan.

āļāļēāļ§āļāđāđāļŦāļĨāļāđāļāļ Baby Billy āđāļĨāļ° āļāļāļāļąāļāļāļāļāļ§āļēāļĄāļāļĩāđāļĄāļĩāđāļāļ·āđāļāļŦāļēāļŦāļĨāļēāļāļŦāļĨāļēāļĒāļĄāļēāļāļāļķāđāļ

