Bumil Terkentut-Kentut?
āļĢāļąāļāļāļĄ
9,677
Bagi wanita yang sedang hamil, salah satu tandanya yakni menjadi sering kentutðĻ. Tentu saja hal ini normal terjadi, namun frekuensi kentut saat hamil lebih sering terjadi. Hal ini dapat membuat malu maupun tidak nyaman. Kenapa demikian? Apakah ada cara menanganinya? Berikut penjelasannya.
Mengapa terkentut-kentut saat hamil?
âĻPeningkatan hormon
Saat hamil, jumlah hormon progesteron pada ibu hamil akan meningkat. Peningkatan hormon ini menyebabkan proses pencernaan melambat karena ototðŠ pada tubuh menjadi rileks. Jika proses pencernaan melambat, maka gas akan tertumpuk dan menjadi kentut, sendawa, dan kembung.
ðMengonsumsi suplemen hamil
Ibu hamil biasanya mengonsumsi suplemen hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh demi kesehatan bayi dan ibu. Suplemen yang memiliki kandungan zat besið§ē yang tinggi dapat meningkatkan risiko sembelit bagi ibu hamil. Pengumpulan gas akibat sembelit inilah yang menyebabkan ibu hamil terkentut-kentut.
ðΰðŧPerut ibu hamil yang membesar
Sudah tidak aneh lagi jika perut ibu membesar saat hamil. Ini disebabkan karena rahim di dalam perut membesar. Rahim yang menjadi besar akan mengakibatkan rongga perut tertekan. Hal ini akan memperlambat pencernaan dan menghasilkan tumpukan gas. Akibatnya, ibu hamil akan lebih sering kentut daripada saat tidak hamil.
Bagaimana cara mengatasinya?
âïļMengontrol berat badan
Hamil bukan berarti bisa makan sepuasnya dan tidak mengontrol berat badan. Ibu hamil justru harus mengontrol berat badan yang sesuai dengan kondisi kehamilan agar tidak terjadi lonjakan berat badan. Jika berat badan naik, maka salah satu risikonya yakni menjadi sering kentut karena saluran pencernaan yang tertekan.
ð§ðŧââïļHidup sehat dengan olahraga
Olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk ibu hamil, salah satunya untuk mencegah kentut yang sering terjadi saat hamil. Pastikan untuk melakukan olahraga yang aman bagi janin dan ibu hamil, seperti berenangððŧââïļ atau yoga.
ð―ïļMengonsumsi makanan dengan tepat
Ibu hamil disarankan untuk tidak makan dalam porsi besar sekali makan, namun makan dengan porsi kecil tetapi sering. Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur juga baik untuk mencegah sering kentut. Pastikan juga minum air putih yang cukup. Batasi mengonsumsi kacang, gorengan, kentang ðĨ, dan makanan lain pemicu gas pada usus.

āļāļēāļ§āļāđāđāļŦāļĨāļāđāļāļ Baby Billy āđāļĨāļ° āļāļāļāļąāļāļāļāļāļ§āļēāļĄāļāļĩāđāļĄāļĩāđāļāļ·āđāļāļŦāļēāļŦāļĨāļēāļāļŦāļĨāļēāļĒāļĄāļēāļāļāļķāđāļ

